Pilih Yang Mana?
Keberadaan editor Linux memang sangat penting. Terlebih lagi jika kamu bersentuhan dengan server yang menggunakan sistem operasi Linux. Mengapa? Karena di server, semua tampilannya serba CLI atau konsol. Untuk itu kamu perlu tahu editor mana yang berbasis CLI dan GUI. Nah ini ada 5 editor Linux yang sebaiknya kamu tahu.
Nano
Mungkin kamu sudah tidak asing dengan editor ini. Nano memang menjadi favorit para pengguna Linux khususnya turunan Debian dan Ubuntu. Para pemula banyak yang menggunakan nano sebagai editor file berbasis konsol karena kemudahannya. Pada tampilan Nano, kamu bisa melihat beberapa “cheat sheet” untuk mempermudah kamu dalam mengoperasikan. Terdapat tanda pagar (#) yang berfungsi untuk menonaktifkan dan mengaktifkan konfigurasi. Untuk membuka file menggunakan Nano, kamu cukup menuliskan “nano” sebelum nama file. Untuk menyimpan konfigurasinya, kamu cukup tekan ctrl+x lalu tekan Y dan enter.

Vim
Ada lagi editor berbasis konsol yang biasa digunakan para pengguna Linux yaitu Vim. Biasanya editor ini digunakan untuk para sysadmin atau para advanced karena memang penggunaannya cukup rumit untuk para pemula. Dirilis pertama pada tahun 1991, Vim editor berhasil menyabet gelar “the most popular editor” berdasarkan para pembaca Linux Journal. Pertanyaan yang sering diajukan yaitu, bagaimana cara mengubah file konfigurasi menggunakan editor vim? Untuk mengubah (menyisipkan) tulisan di editor vim, kamu perlu tekan “i” pada keyboard lalu tulis apa yang ingin kamu tulis. Kemudian untuk menyimpannya, silahkan tekan “esc” lalu tulis :wq.

Emacs
Pertama kali dirilis pada pertengahan tahun 1970an, Emacs menjadi salah satu pilihan bagi pengguna Linux karena keunggulannya. Emacs dapat dikombinasikan dengan macros untuk keperluan automatisasi. Dibuat oleh Carl Mikkelson, David A. Moon and Guy L. Steele Jr. Kemudian dikembangkan oleh Richard Stallman untuk GNU Project membuat Emacs menjadi salah satu proyek open source yang paling tua dan masih terus dikembangkan hingga sekarang.

Gedit
Bagi kamu pengguna Linux Desktop GNOME, ada editor yang mirip Notepad pada Windows. Editor tersebut bernama Gedit. Gedit berbeda dengan Vim, Nano ataupun Emacs yang berbasis konsol. Dengan tampilan berbasis GUI yang simpel dan mudah digunakan, kamu bisa membuat dan mengubah file secara instan menggunakan Gedit. Ada beberapa keunggulan dari Gedit yaitu full support UTF-8, syntax highlights, text wrapping, bracket matching, undo/ redo dan sebagainya.

Geany
Selain Gedit, editor berbasis GUI yang bisa kamu gunakan yaitu Geany. Geany merupakan editor berbasis GTK+ Toolkit yang cocok untuk para developer/ programmer. Terdapat beberapa keunggulan seperti syntax highlighting, code folding, auto completion symbol, auto closing XML dan HTML tags, serta compile dan build program. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan berbagai plugin penunjang.

Kesimpulan
Terdapat 5 macam editor Linux favorit yang bisa kamu pilih. Silahkan pilih sesuai kebutuhan kamu ya! Bagi kamu yang sering berurusan dengan server, pastikan kamu selalu gunakan editor berbasis konsol seperti Nano, Vim ataupun Emacs. Kamu bisa melakukan edit konfigurasi seperti melakukan instal SSL di VPS atau install web server di VPS menggunakan editor ini, Bagi pengguna Linux Desktop biasa, kamu bisa gunakan Gedit atau Geany agar lebih mudah.

0 Komentar